• Senin, 29 November 2021

Perancang Busana Ghea Panggabean Raih Rekor MURI: 40 Tahun Konsisten Berkarya dengan Kain dan Budaya Indonesia

- Kamis, 25 November 2021 | 09:05 WIB
Perancang Busana Ghea Panggabean raih rekor MURI. (Instagram/@gheafashionstudio)
Perancang Busana Ghea Panggabean raih rekor MURI. (Instagram/@gheafashionstudio)

NaraTimes.com - Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Mall of indonesia (MOI) yang baru saja direvitalisasi memberikan penghargaan Rekor MURI kepada beberapa tokoh yang telah berprestasi di bidangnya, pada 22 November 2021.

Ghea Panggabean menjadi salah satu penerima penghargaan “Mahakarya Kebudayaan” dari Museum MURI sebagai Perancang Busana yang Konsisten mentranslasikan kain dan budaya Indonesia ke dalam Tata Karya Busana Modern selama 40 tahun.

Penghargaan ini tentunya adalah suatu apresiasi yang luar biasa bagi Ghea Panggabean sebagai perancang dan sebagai seorang wanita yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian budaya dan industri busana Indonesia.

Baca Juga: Sejarah PGRI, Organisasi Guru Tertua di Indonesia: Lantang Suarakan 'Merdeka' dan Perjuangkan Nasib Pendidik

Seperti dikutip dari pidato Anies Baswedan, “Dibalik setiap Rekor MURI yang menggambarkan prestasi, disana ada kerja keras yang luar biasa”. Mungkin mudah untuk menjadi yang pertama, tapi tidak mudah untuk menjadi yang “ter”.

Itulah apresiasi yang diberikan Museum Rekor MURI yang menurut Anies Baswedan menjadikan Museum ini wajib dikunjungi untuk menginspirasi generasi penerus agar terus berprestasi di bidangnya.

Penghargaan MURI kepada Ghea Panggabean diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan bersama dengan pendiri Museum Rekor MURI Jaya Suprana.

Baca Juga: Rendy Luluh, Sinetron Ikatan Cinta 25 November 2021: Jessica Terima Kembali Cinta Masa Lalunya

Penghargaan Ghea Panggabean diberikan selain sebagai apresiasi atas prestasi dan dedikasi Ghea mengolah potensi budaya Indonesia tetapi juga karena konsistensinya melestarikan kain Jumputan Indonesia yang awalnya membuat Ghea jatuh cinta dan ditranslasikannya di awal tahun 80 an hingga sempat membuat Ghea mendapat julukan “Ratu Jumputan”.

Halaman:

Editor: Ibnu Haldun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Gejala Kanker Usus Besar yang Tidak Kamu Rasakan

Kamis, 25 November 2021 | 20:47 WIB
X