• Senin, 8 Agustus 2022

IMF Bertemu Jokowi di Istana Bogor, Sri Mulyani Bilang Begini

- Senin, 18 Juli 2022 | 09:40 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Instagram/@smindrawati)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Instagram/@smindrawati)

NaraTimes.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menaruh harapan pada kepemimpinan Indonesia dalam presidensi G20. Kepemimpinan itu diperlukan antara lain untuk mendorong para pemimpin negara G20 untuk mendukung langkah institusi-institusi yang memiliki kemampuan untuk membantu negara-negara yang sedang menghadapi krisis.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam keterangannya usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan delegasi IMF yang dipimpin oleh Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva, Minggu 17 Juli 2022, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Fenomena Curah Hujan Meningkat pada Musim Kemarau, Simak Penjelasan BMKG

“Ibu Kristalina tadi menyampaikan bahwa IMF akan melakukan langkah untuk bisa membantu negara-negara miskin tersebut yang akan menghadapi kondisi
yang luar biasa berat," ujar Menkeu dikutip dari laman Setkab.

"Nah ini, kepemimpinan Indonesia nanti di bawah Bapak Presiden Jokowi pada saat pertemuan G20 diharapkan bisa pimpinan-pimpinan dari negara G20 akan mendukung langkah dari institusi-institusi yang memiliki kemampuan untuk membantu negara-negara yang sedang menghadapi krisis,” tambah Sri Muyani. 

Baca Juga: Fenomena 'Bonge SCBD' Menguatkan Wacana Depok Gabung ke DKI Jakarta

Menurut Menkeu, IMF menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa situasi inflasi yang melanda berbagai negara telah menyebabkan bank-bank sentral
mengeluarkan kebijakan menaikan suku bunga. Maka, kemungkinan berbagai negara miskin yang sekarang sudah dalam kondisi sangat rawan akan berada
dalam kondisi yang makin sulit, terkena krisis pangan, dan terkena juga kemungkinan krisis keuangan.

“Seperti sekarang ini terjadi di berbagai negara Afrika dan juga bahkan negara seperti Srilanka, ini akan menjadi sangat penting karena jangan sampai kemudian kemampuan dunia internasional untuk mencegah krisis menjadi makin lemah dan menyebabkan risiko makin tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Rp2,5 Triliun Dana BOS Madrasah 2022 Cair

Halaman:

Editor: Ibnu Haldun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Persilakan Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Selasa, 19 Juli 2022 | 22:16 WIB
X